Pengantin barat disebut juga pengantin modern atau pengantin gaun putih. Putihmengisyaratkan kesucian, dan memberi nuansa lembut. Berbeda dengan beludru hitam
yang diberi bordiran emas, seperti pakaian
pengantin Jawa yang memiliki lambang
keteguhan hati. Pada masa Victoria,
para pengantin wanita mengenakan gaun dengan berbagai warna. Tradisi pengantin bergaun
putih mulai menjadi
keharusan setelah
dilangsungkannya pernikahan Victoria pada tahun 1840. Inspirasi dari Victoria ini sekaligus mempopulerkan gaun
pengantin putih yang tak pernah surut hingga
saat ini.
Dalam Godey’s Lady’s Book
yang terbit tahun 1849, tertulis bahwa kebiasaan itu telah diputuskan sejak
berabad-abad yang
lalu, warna putih
merupakan warna
yang paling cocok,
apapun bahan
yang hendak dipakai
untuk sebuah gaun pengantin.
Putih melambangkan keluguan dan kesucian dari seorang gadis. Warna putih juga menjadi
dominan di setiap rangkaian bunga yang dibawa si pengantin, termasuk bunga-bunga penghias ruangan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar